Tampilkan postingan dengan label Xiaomi vs Apple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Xiaomi vs Apple. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2014

Perbandingan Xiaomi Mi3 vs Apple iPhone 5s, Menang Xiaomi!

iPhone 5S (Apple) vs Mi3 (Xiaomi).

Perbandingan_Xiaomi_Mi3_vs_Apple_iPhone_5s
Xiaomi Mi3 vs Apple iPhone 5s

Pada masa kini, kebanyakan orang ingin membeli smartphone / ponsel pintar dengan cara mencari produk yang menawarkan inovasi terbaru yang tersedia di pasaran, tetap saat ini sangat banyak pilihan yang bisa diambil.

Pada momen ini, ada dua perangkat yang sedang memimpin popularitas dari smartphone paling inovatif sepanjang tahun, sang iPhone 5s dari Apple, dan Xiaomi Mi3. Jadi, mari kita cari tahu mana diantara kedua smartphone ini yang mampu mengungguli rivalnya sebagai ponsel cerdas yang terbaik untuk dipilih konsumen. Berikut ini adalah mode versus dari keduanya:

Xiaomi Mi3

Perusahaan asal China (kini disebut Tiongkok), Xiaomi, telah memproduksi dan menyediakan perangkat yang sangat inovatif sejak tahun 2011. Smartphone mereka yang dinamai Xiaomi Mi3 hadir dengan kapasitas baterai non-removable Li-Ion 3050 mAh yang di klaim sanggup untuk bertahan hidup (standby time) selama 500 jam dan 25 jam ketika digunakan untuk berbicara (waktu bicara / talk time).

Untuk Spesifikasi lengkap Xiaomi Mi3, klik disini: Spesifikasi Lengkap Xiaomi Mi 3

Ponsel cerdas ini telah dibekali dengan media penyimpanan internal dengan kapasitas sebesar 16GB, sebuah kamera depan beresolusi 2 Mega Pixels (MP) yang sanggup merekam video dengan kualitas High Definition (HD) bersamaan dengan sebuah kamera primer dengan resolusi 13 MP di bagian belakang.

Sebagai tambahan, perangkat ini memiliki layar tampilan berukuran 5 inchi, dengan resolusi layar Full HD 1080 x 1920 pixels, dengan sensor proximity dan sensor cahaya, pixel density berada pada kepadatan 441ppi. Ponsel ini menjalankan Sistem Operasi (OS) Android dan memiliki berat hanya 5.11 ons. Perangkat ini berharga $379.50 US Dollar di situs jual beli Amazon. Di China dan pasar negara lain (Singapore dan India) dimana Xiaomi telah diluncurkan secara resmi, model ini dijual hanya US$240,- (Rp 2.670.000,-) untuk yang versi 16GB. Sedangkan harga Xiaomi MI3 di Indonesia untuk saat ini masih Rp 3.999.000,- di situs Blibli.com dan Rp 3.400.000,- di Forum Jual Beli (FJB) Kaskus.

iPhone 5S

Apple adalah salah satu perusahaan teknologi yang paling terkenal di seluruh dunia, berdasarkan fakta bahwa perangkat yang dijual mereka sukses menjadi best seller di berbagai negara. Smartphone terbaru yang mereka luncurkan adalah iPhone 5s yang mengagumkan, yang menyediakan 250 jam waktu standby dan 10 jam waktu bicara (bandingkan dengan 500 jam waktu standby dan 25 jam waktu bicara yang di klaim oleh Xiaomi Mi3).

Perangkat ini ditanamkan dengan media penyimpan internal (internal storage) dengan kapasitas 64GB (disini Apple jauh mengungguli Xiaomi Mi3), sebuah kamera belakang beresolusi 8MP dan kamera 1,2MP yang menghadap ke depan, dimana keduanya mampu merekam gambar dengan kualitas HD. Itu berarti untuk kamera masih unggul Xiaomi Mi3.

Di lain pihak, smartphone ini menawarkan resolusi layar yang lebih rendah jika dibandingkan dengan smartphone Xiaomi Mi3, yakni dengan resolusi 640x1136pixels dan kepadatan pixel (pixels density) pada angka 326ppi. Dari kejernihan layar, sudah tampak bahwa iPhone kalah jernih dibanding Mi3. Sedangkan sama dengan Mi3, iPhone 5s juga sudah dilengkapi dengan proximity dan sensor cahaya.

Berat iPhone 5s hanya 3,95ons dengan rancangan casing yang terbuat dari aluminium, dan bentangan layarnya hanya terukur sepanjang 4inchi. Smartphone ini dapat dibeli di Amazon.com dengan harga $599.5 US Dollar (sekitar Rp 7 juta rupiah), jauh lebih murah dibanding harga di Indonesia yang bisa berkisar antara 8-9jutaan, walaupun tetap saja itu jauh dari harga Xiaomi Mi3.

Kesimpulan

Dengan demikian, kedua ponsel cerdas ini adalah beberapa dari sedikit perangkat yang sangat inovatif dan sudah tersedia di pasaran. Salah satu pihak yang terlihat menonjol disini adalah Xiaomi Mi3, berkat resolusi layar yang mantap dan kerapatan pixel (pixels density) yang menghasilkan gambar yang lebih tajam dibanding iPhone 5s.

Dari segi daya tahan baterai, kamera, dan harga, masih lebih unggul Xiaomi. iPhone 5s hanya menang di iOS yang mereka gunakan (dengan ekosistem aplikasi serta software yang lebih baik), serta berat yang lebih ringan (dimana hal tersebut tidak signifikan dalam mempengaruhi kinerja smartphone).

Sumber: http://thefusejoplin.com/2014/09/iphone-5s-xiaomi-mi3-comparison/


Jumat, 15 Agustus 2014

Xiaomi Kini Peringkat Tiga di Singapura Dibelakang Samsung-Apple

Produsen Smartphone yang kurang terkenal semacam Xiaomi kini semakin mendekati raksasa selevel Samsung dan Apple, dan para analis pasar di industri teknologi Asia memprediksi bahwa dua besar produsen tersebut akan terus melihat penurunan dalam pangsa pasar nya sebagai akibat dari pabrikan yang lebih murah terus meluncurkan produk yang bagus dengan fitur menawan ke pasaran.

Salah satu dari mereka adalah, produsen smartphone asal China, Xiaomi Tech, yang kin sudah menduduki peringkat tiga di pasar smartphone Singapura setelah posisi Apple dan Samsung, menurut dari firma riset IDC. Merk China ini telah mengambil alih rival yang lebih mapan di sana seperti Sony dan HTC, dan membukukan 10 hingga 20 persen dari seluruh smartphone yang dikapalkan ke Singapura dalam kuartal kedua tahun ini.

Kesuksesan Xiaomi di Singapura adalah sangat signifikan mengingat akhir-akhir ini sangat sulit untuk mengikis duopoli Apple-Samsung yang mendominasi pasar Singapura, kata Nona Kiranjeet Kaur, Analis Pasar Senior dari IDC Asia Pasifik. "Biasanya para pemain yang sangat mengandalkan penjualan eceran atau penjualan langsung menemukan kesulitan untuk bisa selamat di pasar Singapura. Bagaimanapun juga, dalam kasus Xiaomi, mereka memutuskan untuk menjualnya secara langsung melalui situs mereka, dan sekaligus satu-atau-dua pilihan berlangganan melalui telcos secara lokal."

Direktur Korporasi untuk Fitch Ratings, Nitin Soni percaya bahwa jarak kecanggihan teknologi antara Apple, Samsung, dan Xiaomi akan menjadi sangat tipis. "Ketika perusahaan-perusahaan manufaktur China mampu menawarkan perangkat lain yang memiliki fitur yang hampir sama, saya pikir mereka akan mulai meraih pangsa pasar dan cepat disukai oleh masyarakat lokal di Singapura."

Xiaomi Redmi 1S hanya dijual S$ 169,- atau setara Rp 1.585.181,- (kurs 9.380)

Secara global, berdasarkan data pengapalan dari firma riset Strategy Analytics, penjualan Xiaomi terus mengejar merk-merk ternama seperti Samsung, Apple, bahkan juga rekan sekampung-halaman mereka Huawei dan Lenovo. Xiaomi kini ditempatkan dalam peringkat kelima di dunia - tetapi prestasi tersebut diraih hanya dalam kurun waktu empat tahun operasional perusahaan saja.

Fitch Ratings juga memprediksi bahwa Apple dan Samsung akan terus melihat pangsa pasar global tergerus sedikit demi sedikit. Pangsa pasar Samsung dan APple diperkirakan akan menurun hingga 25 persen dan 14 persen pada akhir 2015, dibandingkan pada tahun lalu dimana Samsung 31 persen dan Apple 15 persen.

Singapura adalah langkah pertama Xiaomi diluar China daratan. Setelah itu mereka telah berekspansi ke Malaysia, Philipina, dan India. Vice-President perusahaan ini Hugo Barra mengatakan bahwa ia sangat senang bahwa pasar Singapura mulai menerima metode pemasaran yang mereka gunakan - Xiaomi memang lebih memilih menjual langsung ke pelanggan melalui website mereka, dan seringkali melalui penjualan kilat yang hanya dilayani beberapa menit saja.

"Kami telah terjun ke pasar sekitar lima bulan lamanya, jadi kami tidak menyangka sejumlah hal positif akan tercapai dengan sangat cepat," kata Mr Barra. "Tetapi saya pikir ini menggambarkan beberapa hal lain, yakni jarak antara perusahaan dengan konsumen, kualitas dan perspektif harga, dan yang paling penting, bagaimana kami melakukan bisnis ini. Kami benar-benar fokus kepada media sosial, dimana kami bercerita, berbicara dengan penggemar produk kami, dan memberikan mereka beberapa hal. Kami melakukan kontes, dan mencoba untuk berbuat hal-hal yang menyenangkan untuk konsumen." Lanjut Pak Hugo.


Senin, 11 Agustus 2014

Laju Xiaomi yang bak Meteor

Membaca Laju Xiaomi

Negara produsen sekaligus konsumen beras terbesar di dunia, China, kini sedang memberi makan dari segi yang lain kepada dunia. Mulus, responsif, dan tidak mahal, Xiaomi (yang berarti beras kecil / little rice), adalah produsen smartphone asal China, perusahaan yang baru berumur empat tahun, namun sanggup merontokkan Samsung dari peringkat teratas, setidaknya hal tersebut benar-benar terjadi di China.

Mungkin dari Anda yang membaca artikel ini baru kali ini mendengar nama Xiaomi, lalu penasaran dan mengetik kata kunci Xiaomi di google search lalu tersasar ke halaman ini. Tapi sekedar informasi, Xiaomi adalah smartphone terlaris di China pada tahun 2013 - 2014, mengalahkan penjualan Apple dan Samsung di China dengan market share yang mencapat 27% tahun lalu, dan saat ini menduduki peringkat kelima produsen smartphone terbesar di dunia dibawah Samsung, Apple, Lenovo, dan Huawei. Dan ajaibnya, semua itu diraih hanya dalam empat tahun umur perusahaan ini didirikan oleh seseorang yang bernama Lei Jun. Lei Jun sendiri kini tercatat sebagai orang terkaya ke-23 di seantero negara komunis China.


Laju Xiaomi yang bak Meteor ini telah mendorong industri ponsel pintar (smartphone) kepada zona tidak nyaman, khususnya bagi vendor yang lebih dulu mapan. Dalam pasar yang telah dimodifikasi ini, kesuksesan akan jatuh kepada layar yang paling jernih, tetapi dengan harga yang paling murah. Bisa dikatakan ini seperti Rolly Royce bagi perangkat genggam.

Apple mencapai puncak kesuksesannya pada 2007 hingga 2010, dan berkat sistem Operasi Android, Samsung terus mengejar hingga kini menempel ketat Apple pada tahun 2011 hingga 2014. Kedua vendor tersebut telah menikmati zona nyaman mereka selama bertahun-tahun sebagai peringkat 1 dan 2 di industri teknologi bergerak. Tetapi kini mereka harus mempersiapkan diri untuk penantang baru yang berasal dari negeri Tirai Bambu.

Permasalahannya adalah, Xiaomi terus saja merangkak naik, dari bukan siapa-siapa kini mereka telah menduduki peringkat lima. Xiaomi sudah menaklukkan China, dengan menawarkan produk yang serupa iPhone, dan menggunakan system yang disebut MIUI yang bekerja semulus Android milik Samsung.

Xiaomi vs Apple

Sang pendiri perusahaan, Lei Jun, menyindir peluncuran produk Apple, sebagai high-end gadget yang tidak dapat dinikmati oleh semua orang. Sebagaimana diketahui, produk Apple adalah smartphone dan gadget yang premium dimana harga jual Apple lebih tinggi dari kompetitornya, namun hal tersebut lebih disebabkan oleh kualitas material produksi Apple yang memang lebih baik dan design (baik hardware maupun software), sulit untuk disamai para pesaingnya.

Sebagai inovasi dari Xiaomi, mereka menawarkan produk yang setara besutan Apple atau Samsung, namun dengan harga yang hanya separuh dari yang ditawarkan oleh produsen / vendor papan atas. Sebagai bukti dari jitunya strategi tersebut, Xiaomi baru-baru ini mencetak rekor dengan menjual 15.000 unit smartphone dalam hanya dua detik melalui penjualan secara online. Setelah sebelumnya 100.000 unit Xiaomi Hongmi ludes terjual hanya dalam 90 detik. Walaupun Xiaomi sendiri sempat didenda oleh pemerintah Taiwan sebagai akibat dari promosi yang berlebihan, karena data unit smartphone yang dilaporkan terjual ternyata kurang 1.700 unit dari yang diberitakan terjual sebanyak 10.000 unit dalam hanya 10 detik saja.

Xiaomi sendiri telah berhasil merekrut dan memasukkan mantan Vice President Google divisi Android, Hugo Barra, ke dalam jajaran petinggi perusahaannya. Barra didaulat sebagai VP Xiaomi Global (Xiaomi International) yang bertanggungjawab untuk menentukan pasar mana yang akan dimasuki oleh Xiaomi berikutnya.

Jika Anda browsing di internet tentang kata kunci penjualan Xiaomi, Anda akan menemukan beberapa gambar yang menunjukkan antrian konsumen yang ingin membeli produk mereka, sama persis seperti bagaimana ketika orang mengantri panjang untuk membeli Apple iPhone ataupun Samsung Galaxy.

Patut ditunggu apakah kesuksesan Xiaomi di China, akan juga terulang di negara-negara Asia Tenggara, sebagaimana mereka baru saja membuka kantor perwakilannya di Singapura. Baca disini: Bisakah demam Xiaomi-mania go international, mari tanyakan Hugo Barra selaku VP Xiaomi Global.