Tampilkan postingan dengan label Hugo Barra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hugo Barra. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2014

Xiaomi Memindahkan Data Pengguna Internasional Keluar Tiongkok Menjelang Ekspansi Global Berikutnya

Perpindahan Server Data

Tahun lalu telah menjadi satu tahun yang luar biasa untuk pembuat telepon asal Tiongkok, Xiaomi. Perangkat yang diproduksi oleh perusahaan tersebut kini dijual di tujuh negara di Asia, itu adalah langkah besar dari awal Xiaomi ini - ketika ritel di Cina hanya muncul dengan rencana besar untuk menjadi perusahaan berskala global, perusahaan ini akhirnya melakukan migrasi data pengguna internasional untuk server di luar China, seperti yang diungkapkan oleh International VP Hugo Barra hari ini.

Xiaomi_Memindahkan_Data_Pengguna_Keluar_Tiongkok
Xiaomi telah memutuskan melakukan migrasi pada data penggunanya yang berada diluar Tiongkok
Perkembangan ini penting bagi pelanggan Xiaomi dan pembeli masa depan ponsel untuk beberapa alasan. (Sementara migrasi akan mempengaruhi pengguna internasional, mereka yang berada di China akan terus menggunakan server lokal di negara ini.)

Pertama, master data di luar layanan Cina akan mempercepat layanan Xiaomi, yang mencakup iMessage seperti layanan MIUI Cloud Messaging dan fitur lainnya di MIUI rom perusahaannya, yang pada dasarnya adalah, versi modifikasi sendiri dari sistem operasi Android.

"Dengan migrasi ini, kami mengharapkan untuk memotong jaringan permintaan latency untuk pengguna di India hingga 350ms, dan pengguna di Malaysia mengalami 2-3x lebih cepat Mi Cloud photosync," Barra menjelaskan.

Layanan bisnis Xiaomi adalah sangat penting bagi perusahaan. Dengan yang ritel ponsel andalan sekitar $ 300 - perangkat terlaris nya mid-range harga sekitar $ 150 - margin arti ketat bahwa perusahaan menghasilkan pendapatan jauh lebih sedikit dari perangkat keras. Selain itu, ia membawa pendapatan dari layanan perangkat lunak. Barra sebelumnya mengatakan kepada The Next Web yang Xiaomi sudah menguntungkan, tetapi perusahaan hanya pernah menyadari angka pendapatan, daripada keuntungan dan kehilangan data.

Privasi Menjadi Isu Penting Lainnya

Privasi_Data_Pengguna_Menjadi_Isu_Penting
Privasi dari data pengguna menjadi isu penting lainnya yang harus direspons Xiaomi, Inc.
Xiaomi punya permasalahan tersendiri yang terjadi pada musim panas ini ketika ditemukan berbagai isu sensitif terkait informasi pengguna dengan server yang berada di Tiongkok. Sebuah laporan dari perusahaan keamanan F-Secure menemukan bahwa jumlah perangkat IMEI, nomor telepon pelanggan, kontak telepon dan pesan teks yang diterima semuanya dikirim ke server mereka yang berada di Tiongkok - dan yang lebih penting - tidak ada cara bagi pelanggan untuk memilih keluar dari pilihan tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah perusahaan keamanan (security and IT Solution) melakukan sejumlah test terhadap ponsel Xiaomi dan menemukan fakta bahwa ponsel tersebut secara diam-diam mengirimkan data penggunanya kepada sebuah server remote di Tiongkok. Beritanya dapat dibaca disini:
F-Secure: Ponsel Xiaomi Mengirim Data Pengguna ke Server Remote di Tiongkok!

Seperti dengan segala sesuatu yang menuju ke Tiongkok dan terlebih lagi terkait privasi masyarakat dunia, segera saja mengangkat kekhawatiran bahwa informasi bisa diakses oleh pemerintah RRT.

Xiaomi merespons dengan cepat dan menawarkan pilihan keluar bagi para penggunanya, tetapi memindahkan data mereka di luar negeri - jasa MIUI akan ditempatkan di pusat data Amazon AWS di Oregon, Amerika Serikat, dan Singapura - adalah respon terbaik untuk setiap klaim yang menuduh mereka memiliki niat jahat.

Memang, hanya minggu ini kami diingatkan masalah data di Cina setelah pemerintah dituduh pementasan serangan besar pada layanan Apple iCloud dengan tujuan pengguna penyadapan dan mengakses data mereka.

Migrasi Xiaomi layanan e-commerce telah selesai, namun data layanan MIUI masih dalam proses sedang dialihkan atas. Barra mengatakan bahwa hal itu harus dilakukan sebelum akhir tahun ini, dengan beberapa elemen selesai lebih cepat.

Selain itu, Xiaomi bertujuan untuk memberikan kualitas layanan yang lebih baik di pasar besar seperti India dan Brazil, yang terakhir yang bertujuan untuk memulai pada segera. Sejak Amazon Web Services saat ini tidak tersedia di pasar baik, Barra mengatakan perusahaan akan bekerja sama dengan penyedia lokal untuk memastikan bahwa "pengguna di pasar ini akan lebih dekat ke data mereka dan menikmati kecepatan lebih cepat dengan menghubungkan ke server lokal."

Menyediakan lebih cepat dan data pengguna yang lebih aman adalah yang paling penting untuk model bisnis Xiaomi saat ini dan, tentu saja, upaya untuk memperluas penjualan ke bagian lain dari dunia.

"Tujuan utama kami di pindah ke arsitektur server multi-situs adalah untuk meningkatkan kinerja layanan kami untuk penggemar Mi seluruh dunia ... Pada saat yang sama, itu juga lebih baik memperlengkapi kita untuk mempertahankan standar privasi yang tinggi dan mematuhi peraturan perlindungan data lokal . Ini adalah prioritas yang sangat tinggi untuk Xiaomi karena kami memperluas ke pasar baru dalam beberapa tahun ke depan,"kata Barra.

Xiaomi berada di trek untuk menjual lebih dari 60 juta perangkat tahun ini dan, dengan rencana global yang agresif, CEO dan co-founder Lei Juni percaya penjualan perusahaan bisa atas 100 juta pada tahun 2015.


Jumat, 15 Agustus 2014

Xiaomi Kini Peringkat Tiga di Singapura Dibelakang Samsung-Apple

Produsen Smartphone yang kurang terkenal semacam Xiaomi kini semakin mendekati raksasa selevel Samsung dan Apple, dan para analis pasar di industri teknologi Asia memprediksi bahwa dua besar produsen tersebut akan terus melihat penurunan dalam pangsa pasar nya sebagai akibat dari pabrikan yang lebih murah terus meluncurkan produk yang bagus dengan fitur menawan ke pasaran.

Salah satu dari mereka adalah, produsen smartphone asal China, Xiaomi Tech, yang kin sudah menduduki peringkat tiga di pasar smartphone Singapura setelah posisi Apple dan Samsung, menurut dari firma riset IDC. Merk China ini telah mengambil alih rival yang lebih mapan di sana seperti Sony dan HTC, dan membukukan 10 hingga 20 persen dari seluruh smartphone yang dikapalkan ke Singapura dalam kuartal kedua tahun ini.

Kesuksesan Xiaomi di Singapura adalah sangat signifikan mengingat akhir-akhir ini sangat sulit untuk mengikis duopoli Apple-Samsung yang mendominasi pasar Singapura, kata Nona Kiranjeet Kaur, Analis Pasar Senior dari IDC Asia Pasifik. "Biasanya para pemain yang sangat mengandalkan penjualan eceran atau penjualan langsung menemukan kesulitan untuk bisa selamat di pasar Singapura. Bagaimanapun juga, dalam kasus Xiaomi, mereka memutuskan untuk menjualnya secara langsung melalui situs mereka, dan sekaligus satu-atau-dua pilihan berlangganan melalui telcos secara lokal."

Direktur Korporasi untuk Fitch Ratings, Nitin Soni percaya bahwa jarak kecanggihan teknologi antara Apple, Samsung, dan Xiaomi akan menjadi sangat tipis. "Ketika perusahaan-perusahaan manufaktur China mampu menawarkan perangkat lain yang memiliki fitur yang hampir sama, saya pikir mereka akan mulai meraih pangsa pasar dan cepat disukai oleh masyarakat lokal di Singapura."

Xiaomi Redmi 1S hanya dijual S$ 169,- atau setara Rp 1.585.181,- (kurs 9.380)

Secara global, berdasarkan data pengapalan dari firma riset Strategy Analytics, penjualan Xiaomi terus mengejar merk-merk ternama seperti Samsung, Apple, bahkan juga rekan sekampung-halaman mereka Huawei dan Lenovo. Xiaomi kini ditempatkan dalam peringkat kelima di dunia - tetapi prestasi tersebut diraih hanya dalam kurun waktu empat tahun operasional perusahaan saja.

Fitch Ratings juga memprediksi bahwa Apple dan Samsung akan terus melihat pangsa pasar global tergerus sedikit demi sedikit. Pangsa pasar Samsung dan APple diperkirakan akan menurun hingga 25 persen dan 14 persen pada akhir 2015, dibandingkan pada tahun lalu dimana Samsung 31 persen dan Apple 15 persen.

Singapura adalah langkah pertama Xiaomi diluar China daratan. Setelah itu mereka telah berekspansi ke Malaysia, Philipina, dan India. Vice-President perusahaan ini Hugo Barra mengatakan bahwa ia sangat senang bahwa pasar Singapura mulai menerima metode pemasaran yang mereka gunakan - Xiaomi memang lebih memilih menjual langsung ke pelanggan melalui website mereka, dan seringkali melalui penjualan kilat yang hanya dilayani beberapa menit saja.

"Kami telah terjun ke pasar sekitar lima bulan lamanya, jadi kami tidak menyangka sejumlah hal positif akan tercapai dengan sangat cepat," kata Mr Barra. "Tetapi saya pikir ini menggambarkan beberapa hal lain, yakni jarak antara perusahaan dengan konsumen, kualitas dan perspektif harga, dan yang paling penting, bagaimana kami melakukan bisnis ini. Kami benar-benar fokus kepada media sosial, dimana kami bercerita, berbicara dengan penggemar produk kami, dan memberikan mereka beberapa hal. Kami melakukan kontes, dan mencoba untuk berbuat hal-hal yang menyenangkan untuk konsumen." Lanjut Pak Hugo.


Rabu, 13 Agustus 2014

Hugo Barra Vice President Xiaomi Global

Hugo Barra

Hugo Barra (lahir pada tanggal 28 Oktober 1976 di Belo Horizonte, Brazil) adalah seorang peneliti dan ilmuwan komputer asal Brazil, eksekutif di bidang teknologi dan seorang entrepreneur. Ia kini memegang jabatan sebagai Vice President of International untuk Xiaomi Tech, sebuah perusahaan teknologi yang bermarkas di Beijing, China. Sejak tahun 2008 hingga 2013, dia telah menjalani sejumlah posisi di bagian manajemen produk perusahaan teknologi terbesar dunia, Google Inc. di London dan California, termasuk pernah menjabat sebagai Vice President dan juru bicara produk dalam divisi Android Google Incorporated.

Hugo Barra dikenal sebagai pribadi yang sukses sejak menjabat sebagai Vice President untuk Google Android, dimana ia sekaligus memegang posisi sebagai juru bicara perusahaan untuk produk yang terkait Android. Masa jabatannya di Android ditandai dengan rekor 1,5 juta aktivasi perangkat yang menggunakan Sistem Operasi Android pada bulan Juli 2013, dan rekor aktivasi 1 milliar produk yang menggunakan Android OS.

Awal kehidupan dan karir

Barra menyelesaikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di sebuah sekolah lokal di Colégio Pitágoras di Belo Horizonte, Brazil, dan pada tahun 1995 ia mendaftar di perguruan tinggi Universidade Federal de Minas Gerais (EECS), mengambil jurusan Electrical Engineering. Pada tahun 1996, Barra dipindah ke universitas Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge. Saat menjadi mahasiswa di MIT, Barra bekerja di laboratorium sekaligus, yakni MIT Media Lab dan MIT Artificial Intelligence Lab, ini menjelaskan kejeniusan serta etos kerjanya yang tinggi. Dia juga menjalani program magang di Netscape Communications, Walt Disney Imagineering, Merrill Lynch, dan McKinsey Company.

Barra kemudian menerima gelar Bachelor of Science (B.Sc) dari MIT dalam bidang Electrical Engineering and Computer Science (EECS) dan Management Science, sebagaimana juga gelar minor dalam bidang Ekonomi. Dia lalu menerima gelar Masters in Engineering degree di EECS. Dia adalah Senior Class President (mirip seperti Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa / BEM) dari mahasiswa yang lulus pada periode 1999–2000 dan juru bicara utama di MIT Commencement pada tahun 2000.

LOBBY7 dan Nuance Communications

Pada tahun 2000, Barra berperan serta dalam mendirikan perusahaan startup di bidang perangkat lunak nirkabel yang diberi nama LOBBY7 dengan rekan-rekannya semasa kuliah di MIT. (Nama perusahaan ini terinspirasi dari lobby gedung ketujuh, yang merupakan pintu utama untuk masuk di Infinite Corridor ketika berkuliah di MIT). Pendanaan perusahaan ini ditangani oleh VCs Softbank yang bermarkas di Boston dan perusahaan Clarity Capital.

LOBBY7 menyediakan perangkat lunak untuk mengenali suara pada handset bergerak. Perusahaan ini lalu diakusisi oleh ScanSoft pada tahun 2003, yang kemudian menjadi Nuance Communications pada tahun 2005 melalui sistem merger. Bara memegang berbagai posisi pada Nuance di divisi Manajemen Produk, Pemasaran Produk, dan Pengembangan Bisnis, dimana ia meluncurkan sejumlah produk pengenal suara pada perangkat bergerak (mobile handset).

Google

Barra bergabung dengan Google di London pada bulan Maret 2008 sebagai Manager Produk Group untuk tim Google Mobile yang dipimpin oleh Vic Gundotra. Pada tahun 2010, Barra kemudian bergabung dengan tim Android, bekerja untuk penemu Android Andy Rubin.

Pada tahun 2013 hingga 2013, peran Barra semakin berkembang hingga menjadi juru bicara produk untuk tim Android, berbicara baik pada konferensi pers maupun Google I/O, yang merupakan pertemuan tahunan yang difokuskan bagi para pengembang produk Google. Keterlibatan Barra dalam produk yang dihasilkan meliputi seluruh ekosistem Android baik itu perangkat lunak maupun perangkat keras (hardware), termasuk peluncur sistem operasi Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean, dan Kitkat, smartphone Nexus 4 dan Nexus 5, tablet Nexus 7 dan Nexus 10, dan semua produk terkait seperti misalnya Google Now, yang terpilih dalam penghargaan sebagai "Inovasi Ilmu Pengetahuan Terpopuler tahun ini" untuk periode tahun 2013, dan juga Google Voice Search, produk pengenal suara yang dirilis Google untuk menandingi Siri yang diproduksi Apple. Dia kemudian dipromosikan sebagai Vice President Google pada tahun 2012.

Masa bakti Barra di Google Inc. ditandai oleh pertumbuhan yang signifikan dari produk-produk Google: pada bulan Agustus 2010, Android Google memecahkan rekor 200 ribu aktivasi perangkat Android per hari dan peningkatannya terus berlanjut hingga 1,5 juta perangkat Android yang diaktivasi per harinya pada bulan Juli 2013, hingga mencapai total 1 miliar jumlah keseluruhan perangkat Android yang sudah diaktivasi di seluruh dunia pada bulan Agustus 2013.

Xiaomi

Pada bulan September 2013, Barra meninggalkan Googke untuk bekerja di perusahaan produsen smartphone asal China, Xiaomi Tech, menjabat sebagai Vice President of International (Xiaomi Global). Perpindahan ini dipertimbangkan sebagai sebuah rekrutmen yang sangat signifikan bagi Xiaomi, salah satu perusahaan manufaktur di China yang tumbuh dengan sangat cepat dan dipimpin oleh orang terkaya ke-23 di China, Lei Jun, Xiaomi berkesempatan untuk mendapatkan legitimasi internasional dengan memasukkan seorang pemimpin eksekutif kunci Android Google ke dalam jajaran manajemen level atas mereka.

Pada bulan Desember 2013, Barra berbicara dalam konferensi teknologi di Paris, Perancis, tentang kesannya terhadap perkembangan ekonomi di China dan kesempatan yang diberikan kepadanya oleh perusahaan seperti Xiaomi, dengan mengutip pengguna internet di China yang sangat besar, mencapai 300 juta pengguna, sebuah pasar yang sangat besar untuk perusahaan IPO di China, skala masif dari pengguna aplikasi teratas di China, dan ukuran perusahaan perdagangan seperti Taobao yang dimiliki oleh Alibaba, yang merupakan sebuah situs jual beli berukuran dua kali lebih besar dari gabungan eBay dan Amazon. Pembicaraan di forum tersebut banyak dikutip dalam berbagai ulasan di seluruh industri teknologi.

Pada bulan Februari 2014, Barra mengumumkan peluncuran dari Redmi terbaru dan smartphone Mi3 di Singapura. Ekspansi global Xiaomi keluar China menuju ke pasar yang mengelilinginya adalah inisiatif kunci bagi Xiaomi Inc., memberikan perusahaan tersebut sebuah model bisnis yang lebih luas dengan meluncurkan beragam produk telepon genggam pintar dengan kinerja tinggi namun dijual di harga yang sangat terjangkau, sehingga menghasilkan pendapatan tidak hanya dari penjualan perangkat keras saja, namun juga dari perangkat lunak serta layanan internet yang disediakan kepada konsumennya. Menurut salah satu pendiri sekaligus presiden utama Xiaomi, Bin Lin, adalah merupakan tanggung jawab Hugo Barra sepenuhnya untuk menentukan pasar mana yang harus dimasuki oleh Xiaomi selanjutnya, dan bagaimana cara mereka untuk memasukinya. Barra sendiri telah menyatakan niatnya untuk mengembangkan wilayah pemasaran Xiaomi ke berbagai negara di seluruh dunia. Sebagaimana diketahui, Xiaomi telah mendirikan kantor perwakilannya di Singapura, dan produk Xiaomi Mi3 sudah dijual di Indonesia melalui situs Blibli.com walaupun bukan peluncuran resmi Xiaomi di Indonesia.

Pada bulan Maret 2014, Bara mengunjungi Foxconn, sebuah perusahaan manufaktur di China yang juga memiliki pabrik di Brazil dan Mexico yang bertanggungjawab atas perakitan produk untuk berbagai merk teknologi di seluruh dunia seperti Apple, Samsung, dan Blackberry, mengindikasikan rencana Xiaomi untuk memperluas pasar mereka hingga ke Amerika Latin.

Pada bulan Mei 2014, Barra mengumumkan peluncuran MiPad, sebuah tablet berukuran 7,9 inchi. "Kami menghabiskan empat tahun untuk mengerjakan ini hingga kami mencapai sebuah titik dimana kami yakin bahwa kami sudah memiliki sebuah desain perangkat keras dan kemampuan perangkat lunak yang setara dengan produk kelas dunia." Kata Barra. "Kami berpikir bahwa kami sudah disana, pada akhirnya.", lanjutnya lagi. Barra menjelaskan bahwa peluncuran ini sebagai bagian dari keseluruhan strategi Xiaomi untuk berekspansi baik itu line up produknya maupun sebuah pasar internasional yang baru termasuk Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. Barra juga mengindikasikan peluang dan rencana untuk masuk ke pasar Amerika Serikat.


Referensi

  1. Wikipedia - Hugo Barra: http://en.wikipedia.org/wiki/Hugo_Barra
  2. Xiaomi - Redmi - Singapura: http://xiaomi-redmi.blogspot.com/2014/08/bisakah-demam-xiaomi-mania-go.html


Selasa, 12 Agustus 2014

Xiaomi Mi3 Sudah Dijual Di Indonesia

Xiaomi Mi3

Konsumen di Indonesia kini bisa membeli smartphone Xiaomi Mi melalui toko belanja online mall Blibli. Memang ini bukan peluncuran resmi Xiaomi di negara ini, tetapi banyak penggemar gadget akan menghargai sumber terpercaya setelah banyaknya penjual smartphone Xiaomi yang tidak jelas di dunia maya.

Xiaomi Mi 3 terasa sedikit mahal jika dibandingkan dengan harga di negara tetangga yang sudah memiliki toko penjualan Xiaomi yang resmi, seperti misalnya Singapura dan India. Tetapi Blibli berani memberikan garansi distributor selama satu tahun, yang membuat smartphone ini pertaruhan yang lebih aman dibandingkan importir "pasar abu-abu" (jika tidak ingin disebut pasar gelap).

Kami telah menghubungi pihak Xiaomi Inc. untuk mengomentari tentang manuver yang dilakukan oleh Blibli. Pembuat ponsel asal china ini diperkirakan akan segera meluncurkan penjualan online secara resmi di Indonesia pada waktu tertentu di tahun 2014.

Blibli sendiri menjual smartphone flagship Xiaomi yang sedang trend ini seharga Rp 3.999.000,- (US$342,-) untuk model versi Mi 3 16GB -- lihat di sini --. Di China dan pasar negara lain (Singapore dan India) dimana Xiaomi telah diluncurkan secara resmi, model ini dijual hanya US$240,- (Rp 2.670.000,-) untuk yang versi 16GB.

Baca juga: Review Xiaomi Mi 3: Kinerja Mengagumkan dengan Harga Gila!

Sekilas tentang Blibli.com

Didukung oleh kongolmerasi Djarum Group, Blibli adalah salah satu dari toko online terbesar di Indonesia. Seorang customer representative mengatakan bahwa mereka telah menjual stok ponsel Mi 3 sejak minggu lalu.

Blibli juga menjual produk lainnya yang dibuat Xiaomi seperti casing dan screen guard.

Rencana Xiaomi di Indonesia

Vice President Xiaomi Global, Hugo Barra, diketahui berada di Jakarta pada bulan Juni yang lalu dimana saat itu dia mengatakan bahwa perangkat Xiaomi (yang masih dirahasiakan) sedang dalam proses sertifikasi untuk dijual di Indonesia.

Belum ada tanggal peluncuran sama sekali. Perusahaan ini akan bekerjasama dengan berbagai operator seluler dan vendor di negara ini dan berencana untuk memiliki 15 hingga 16 pusat perbaikan (service center) di berbagai lokasi. Xiaomi telah melompati Samsung sebagai merk smartphone terbesar di China dalam hal pengapalan unit handset pada kuartal kedua (Q2), dan banyak negara yang menunggu untuk diluncurkannya secara resmi produk-produk andalan mereka.

Jangan lupa untuk membaca tentang Spesifikasi Lengkap Xiaomi Mi 3 sebelum memutuskan untuk membelinya.


F-Secure: Ponsel Xiaomi Mengirim Data Pengguna Ke Server Remote!

Tes yang dilakukan F-Secure

Merk smartphone asal China, Xiaomi, sedang menjadi obrolan hangat di dunia maya sebagai imbas dari harganya yang sangat ekonomis, smartphone premium mereka dikenal selalu laku dalam hitungan menit atau detik. Perusahaan ini telah menjadi salah satu dari pemimpin industri penjual perangkat telekomunikasi dengan terlebih dahulu menggeser posisi Samsung di negeri asalnya dari posisi nomor satu.

Bagaimanapun juga, akhir-akhir ini muncul laporan bahwa ponsel Xiaomi secara diam-diam mengirimkan data kepada server terpisah. Tuntutan yang datang dari perusahaan perangkat lunak dan IT solution F-Secure, yang melakukan tes terhadap ponsel Xiaomi Redmi 1s.

Pertama kali menghidupkan HP Xiaomi Redmi (Hongmi) 1s tersebut, F-Secure tidak mengatur fitur Mi Cloud (layanan Xiaomi yang ditujukan untuk menandingi layanan Apple's iCloud yang mengijinkan pengguna untuk menyimpan data di akun media penyimpan awan (cloud storage system) dan secara sederhana cukup memasukkan sebuah kartu SIM, menghubungkan ponsel tersebut ke Wi-Fi, mengaktifkan fitur GPS, mengisikan sebuah contact, dan membuat sebuah panggilan telepon dan bertukar pesan singkat. Perusahaan tersebut menemukan bahwa nomor-nomor dari kontak yang disimpan di dalam buku telepon dan dari pesan SMS juga diteruskan ke pihak lain. Ponsel ini juga mengikuti pola yang sama bahkan ketika salah satu dari akun Mi Cloud diatur secara khusus.

Klarifikasi dari Hugo Bara, VP Xiaomi Global

Sebelumnya, menjawab dari kekhawatiran pengguna akan isu privasi, Vice President Xiaomi Global Hugo Barra telah memposting sebuah Tanya Jawab (FAQ) pada halaman jejaring sosial Google+ miliknya, menjelaskan bahwa MIUI, software antarmuka yang digunakan pada setiap ponsel Xiaomi, tidak secara rahasia mengirim dan mengunggah data berupa foto atau pesan teks.

Hugo Barra juga menulis bahwa MIUI meminta data publik dari server Xiaomi dari waktu ke waktu tetapi seluruhnya bukanlah data pribadi yang dapat membahayakan privasi dari penggunanya. Posting tersebut juga mengklaim bahwa Xiaomi tidak mengupload data pengguna tanpa ijin dan hanya melakukan back up secara otomatis hanya ketika diaktifkan saja.

Bagaimanapun juga, ada konflik dan perdebatan terkait dengan kebijakan publik perusahaan tersebut terhadap privasi. Xiaomi jelas-jelas menyebut dalam dokumen Kebijakan Privasi mereka: "When you use and activate Xiaomi mobile devices for the first time, the mobile user identification information, mobile device unique identification and the location information of your device will be sent to Xiaomi. The collection of such information may apply to the updates of your system or software, recovery of factory settings or situations like before."

Di dalamnya juga secara jelas dinyatakan, "When you use Xiaomi products to share information with your family and friends, to send messages and products or invite other person through Xiaomi BBS, we(Xiaomi) will collect the information which you provide and is relevant with such people, for example name, mail address and telephone number and so on."

Ini mengindikasikan bahwa Xiaomi mengumpulkan data dari para penggunanya tanpa ijin, bahkan ketika mereka tidak mendaftarkan sebuah akun di Mi Cloud.

Menurut pihak Xiaomi Inc. Informasi ini membatu perusahaan untuk meningkatkan produknya, untuk kustomisasi antarmuka pengguna, pembaharuan dan data statistik untuk "tujuan tertentu" demi efisiensi perusahaan. Informasi yang didapatkan juga tidak akan digunakan untuk melacak lokasi dari penggunanya.


Senin, 11 Agustus 2014

Laju Xiaomi yang bak Meteor

Membaca Laju Xiaomi

Negara produsen sekaligus konsumen beras terbesar di dunia, China, kini sedang memberi makan dari segi yang lain kepada dunia. Mulus, responsif, dan tidak mahal, Xiaomi (yang berarti beras kecil / little rice), adalah produsen smartphone asal China, perusahaan yang baru berumur empat tahun, namun sanggup merontokkan Samsung dari peringkat teratas, setidaknya hal tersebut benar-benar terjadi di China.

Mungkin dari Anda yang membaca artikel ini baru kali ini mendengar nama Xiaomi, lalu penasaran dan mengetik kata kunci Xiaomi di google search lalu tersasar ke halaman ini. Tapi sekedar informasi, Xiaomi adalah smartphone terlaris di China pada tahun 2013 - 2014, mengalahkan penjualan Apple dan Samsung di China dengan market share yang mencapat 27% tahun lalu, dan saat ini menduduki peringkat kelima produsen smartphone terbesar di dunia dibawah Samsung, Apple, Lenovo, dan Huawei. Dan ajaibnya, semua itu diraih hanya dalam empat tahun umur perusahaan ini didirikan oleh seseorang yang bernama Lei Jun. Lei Jun sendiri kini tercatat sebagai orang terkaya ke-23 di seantero negara komunis China.


Laju Xiaomi yang bak Meteor ini telah mendorong industri ponsel pintar (smartphone) kepada zona tidak nyaman, khususnya bagi vendor yang lebih dulu mapan. Dalam pasar yang telah dimodifikasi ini, kesuksesan akan jatuh kepada layar yang paling jernih, tetapi dengan harga yang paling murah. Bisa dikatakan ini seperti Rolly Royce bagi perangkat genggam.

Apple mencapai puncak kesuksesannya pada 2007 hingga 2010, dan berkat sistem Operasi Android, Samsung terus mengejar hingga kini menempel ketat Apple pada tahun 2011 hingga 2014. Kedua vendor tersebut telah menikmati zona nyaman mereka selama bertahun-tahun sebagai peringkat 1 dan 2 di industri teknologi bergerak. Tetapi kini mereka harus mempersiapkan diri untuk penantang baru yang berasal dari negeri Tirai Bambu.

Permasalahannya adalah, Xiaomi terus saja merangkak naik, dari bukan siapa-siapa kini mereka telah menduduki peringkat lima. Xiaomi sudah menaklukkan China, dengan menawarkan produk yang serupa iPhone, dan menggunakan system yang disebut MIUI yang bekerja semulus Android milik Samsung.

Xiaomi vs Apple

Sang pendiri perusahaan, Lei Jun, menyindir peluncuran produk Apple, sebagai high-end gadget yang tidak dapat dinikmati oleh semua orang. Sebagaimana diketahui, produk Apple adalah smartphone dan gadget yang premium dimana harga jual Apple lebih tinggi dari kompetitornya, namun hal tersebut lebih disebabkan oleh kualitas material produksi Apple yang memang lebih baik dan design (baik hardware maupun software), sulit untuk disamai para pesaingnya.

Sebagai inovasi dari Xiaomi, mereka menawarkan produk yang setara besutan Apple atau Samsung, namun dengan harga yang hanya separuh dari yang ditawarkan oleh produsen / vendor papan atas. Sebagai bukti dari jitunya strategi tersebut, Xiaomi baru-baru ini mencetak rekor dengan menjual 15.000 unit smartphone dalam hanya dua detik melalui penjualan secara online. Setelah sebelumnya 100.000 unit Xiaomi Hongmi ludes terjual hanya dalam 90 detik. Walaupun Xiaomi sendiri sempat didenda oleh pemerintah Taiwan sebagai akibat dari promosi yang berlebihan, karena data unit smartphone yang dilaporkan terjual ternyata kurang 1.700 unit dari yang diberitakan terjual sebanyak 10.000 unit dalam hanya 10 detik saja.

Xiaomi sendiri telah berhasil merekrut dan memasukkan mantan Vice President Google divisi Android, Hugo Barra, ke dalam jajaran petinggi perusahaannya. Barra didaulat sebagai VP Xiaomi Global (Xiaomi International) yang bertanggungjawab untuk menentukan pasar mana yang akan dimasuki oleh Xiaomi berikutnya.

Jika Anda browsing di internet tentang kata kunci penjualan Xiaomi, Anda akan menemukan beberapa gambar yang menunjukkan antrian konsumen yang ingin membeli produk mereka, sama persis seperti bagaimana ketika orang mengantri panjang untuk membeli Apple iPhone ataupun Samsung Galaxy.

Patut ditunggu apakah kesuksesan Xiaomi di China, akan juga terulang di negara-negara Asia Tenggara, sebagaimana mereka baru saja membuka kantor perwakilannya di Singapura. Baca disini: Bisakah demam Xiaomi-mania go international, mari tanyakan Hugo Barra selaku VP Xiaomi Global.


Sabtu, 09 Agustus 2014

Bisakah demam Xiaomi-mania go international? Mari tanyakan VP Hugo Barra

Xiaomi Singapura

Produsen smartphone yang kini tengah populer, Xiaomi, kini telah membuat ambisi internasional secara resmi dengan peluncuran kantor perwakilannya di Singapura, dimana momen tersebut dibarengi dengan peluncuran perangkat andalan mereka Xiaomi Mi-3 yang tiba di pasaran internasional pada tanggal 7 Maret 2014 dan dijual dengan harga awal USD $332 (Rp 3,9juta) untuk versi Unlocked.

Perusahaan ini sudah mengumumkan sebelumnya bahwa mereka akan membawa smartphone murah mereka, Xiaomi - Redmi, ke pasar ponsel Singapura pada tanggal 21 Februari 2014, dengan harga yang sangat murah yakni hanya US$ 134 atau setara dengan Rp 1,6 juta rupiah (unlocked). Faktanya, Xiaomi juga berusaha mengikat kerjasama dengan operator lokal di Singapura agar para konsumen bisa mendapatkan subsidi yang membuat ponsel mereka bisa dijual lebih murah.

Xiamoi telah menjadi hit di China, dimana mereka berhasil menjual 19 juta smartphone pada tahun lalu, dan perusahaan pembuat smartphone yang tengah booming ini diam-diam telah memperluas pangsa pasarnya hingga ke Hong Kong dan Taiwan, tetapi masuknya mereka ke Singapura merepresentasikan langkah mereka yang mulai berani keluar dari daratan China.

Tantangan dalam pasar yang baru


Ambisi internasional perusahaan ini telah dipicu oleh Vice President mereka untuk Xiaomi Inc. Global, Hugo Barra, yang juga merupakan mantan Vice President Google Corporation, dimana Presiden utama sekaligus pendiri Xiaomi, Bin Lin, telah menunjuk Barra sebagai orang pemegang kunci utama dalam roadmap pengembangan pasar Xiaomi ke seluruh dunia. Menjadi langkah pertama dalam memasarkan Xiaomi diluar China, peluncuran kantornya di Singapura adalah kulminasi dari ujicoba Xiaomi untuk beradaptasi dengan pengguna yang berbahasa Inggris dan berusaha membangun pengenalan merk dan brand image pada tahapan yang baru.

Dalam sebuah wawancara dengan TNW, Barra mengatakan bahwa membawa Xiaomi pada sebuah pasar yang benar-benar baru seperti membangun sebuah gedung yang tinggi. Xiaomi diharuskan membangun operasi baru dari awal, termasuk logistik, dukungan pelanggan, pengiriman, penjualan, layanan garansi perbaikan, dan mereka mulai menjual perangkatnya pada minggu ini, dimana itu harus diawali dengan pengenalan merk oleh orang-orang lokal.