Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Agustus 2015

Review Smartphone Murah BenQ B502 Quad-Core RAM 2GB

BenQ

logo_BenQ
Tidak banyak orang yang tahu tentang produk BenQ sebagai produsen smartphone. Jika bicara masalah monitor, mungkin BenQ sering terdengar sebagai penyedia monitor LED berkualitas dengan harga murah, tapi saat bicara soal smartphone, mungkin sebagian besar orang akan mengernyitkan dahi. BenQ? Bagus nggak tuh?

Nama BenQ memang belum setenar Samsung, Apple, Blackberry, atau Nokia (sekarang Microsoft). Bahkan dibandingkan merk produsen parts dan peripheral komputer yang lebih dahulu terjun ke pasar smartphone semacam Lenovo, Acer, ataupun ASUS, nama BenQ masih kalah jauh, apalagi melawan merk startup yang langsung meroket semacam Xiaomi ataupun OnePlus. Akan tetapi hal itu bukan berarti mereka tidak punya produk yang bagus. BenQ B502 adalah salah satunya.

Spesifikasi BenQ B502

Saya tidak mengerti mengapa smartphone BenQ B502 ini tidak sukses di pasaran. Dirilis pada bulan Oktober 2014, ponsel ini tidak terlalu bergaung di kancah persaingan smartphone papan tengah. Padahal, dengan chipset SoC Mediatek MT6582 CPU Quad-core 1.3 GHz plus GPU Mali-400MP2 dan kapasitas RAM sebesar 2GB yang cukup lega untuk menjalankan Android versi 4.42 (KitKat), smartphone ini ditawarkan dengan harga hanya Rp 1,2 juta rupiah (versi kapasitas 8GB) dan Rp 1,5 juta rupiah (versi kapasitas 16GB). Dukungan slot MicroSD tetap tersedia untuk memastikan ponsel ini bisa diekspansi kapasitas media penyimpannya menggunakan kartu storage tambahan.

BenQ B502
BenQ B502, smartphone dengan chipset Quad-Core 1.3GHz, RAM 2GB, kamera 13MP, harga hanya 1,5jt rupiah

Beratnya hanya 125 gram dengan ketebalan sekitar 7 milimeter membuat smartphone ini cukup tipis di genggaman tangan. Sayang layarnya yang masih menggunakan IPS LCD capacitive touchscreen dengan 16M colors berukuran 5.0" inchi tidak cukup baik untuk menemani tampilan resolusi 720 x 1280 pixels (~294 ppi pixel density). Walaupun sudah berteknologi In-Place Switching Liquid Crystal Display tetap saja kalah dibandingkan layar LED atau AMOLED yang digunakan para pesaingnya. Mengingat harganya hanya 1,5 juta rupiah untuk versi tertinggi, hal tersebut masih tergolong wajar.

Kamera

Bagian yang cukup menarik adalah, smartphone murah ini sudah dibekali kamera berukuran 13 MP, 4128 x 3096 pixels lengkap dengan fitur autofocus dan LED flash. Kamera depan juga tidak kalah menarik, yakni beresolusi 5 MP.

Hasil Jepretan kamera belakang BenQ B502 (13 MegaPixels)
Hasil Jepretan kamera belakang BenQ B502 (13 MegaPixels).
sumber: http://www.lowyat.net/

Baterai

Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah kapasitas baterai yang masih menggunakan non-removable Li-Ion 1800 mAh battery. Dengan spesifikasi kelas menengah seperti itu, baterainya terasa cukup kecil kapasitasnya dan smartphone ini berpotensi akrab dengan kabel charger dan colokan listrik.

Baterai BenQ B502. images: http://vernonchan.com

Diluar dari itu semua, ada suatu nilai positif yang dapat diambil dari sebuah smartphone berharga hanya di kisaran 1-2 juta rupiah, yaitu Chipset SoC Mediatek MT6582 CPU Quad-core 1.3 GHz, GPU Mali-400MP2, kapasitas RAM sudah 2GB, kamera belakang 13 MP, kamera depan 5 MP, dan hanya kalah di bagian layar yang tidak berpelindung Gorilla Glass dan kapasitas baterai yang sangat kecil. Menurut pendapat saya pribadi, ponsel ini seharusnya layak mendapat tempat di hati pengguna smartphone di seluruh dunia!


Kamis, 06 Agustus 2015

Review Ponsel Terbaru Lenovo A7000

Lenovo A7000

Tiga bulan yang lalu (April 2015) Lenovo merilis jagoan anyar mereka untuk melanjutkan seri A6000 yang cukup laris di pasaran. Smartphone ini diklaim mengalami peningkatan yang signifikan baik secara performa maupun tampilan fisik dibanding pendahulunya.

Dengan berat 140 gram (4.94 ons) dan ketebalan 8 milimeter, dimensi bodi 152.6 x 76.2 x 8 mm (6.01 x 3.00 x 0.31 inchi) terasa mantap di tangan. Ponsel ini dibekali sistem operasi terbaru Android Lollipop versi 5.0. Sayangnya walaupun sudah disediakan slot ekspansi untuk MicroSD hingga 32 GB, kapasitas penyimpanan internal yang diberikan hanya 8GB saja.

Tampilan dan Kamera

Bentang layar selebar 5,5" inchi dirasa cukup untuk menampilkan display dengan resolusi high definition (HD) 1280x720 pixels (~267 ppi pixel density) di layar sentuh bertipe IPS capacitive touchscreen Multitouch dengan 16 juta warna. Sementara itu kameranya juga masih tetap 8 MP alias 3264 x 2448 pixels, berikut fitur autofocus dan LED flash, dengan fitur video recorder sebagaimana yang umum tersedia pada smartphone masa kini. Tambahan yang menarik adalah kamera depan sudah beresolusi 5 MegaPixels sehingga membuat penggila selfie akan cukup puas dengan hasil jepretan menggunakan kamera depan.

Jeroan

Yang cukup mencolok adalah penggunaan chipset SoC MediaTek MT6752m Octa-core 1.5 GHz Cortex-A53 dengan tambahan RAM sebesar 2GB, ditemani Graphic Processing Unit (GPU) Mali-T760MP2 untuk memastikan performa yang memuaskan dalam bermain game berbasis 3 dimensi. Kinerja dua parts tersebut didukung oleh baterai yang cukup besar yaitu berjenis Li-Po berkapasitas 2900mAh.

Jaringan dan Fitur

Menariknya, selain berjalan di jaringan GSM / HSPA, smartphone ini juga sudah mendukung teknologi jaringan 4G LTE, yang sudah mulai lumrah ditemukan pada ponsel kelas menengah keluaran tahun 2015. Slot kartu SIM yang disediakan masih menganut Dual SIM (dengan tipe kartu Micro-SIM, dan sudah mendukung fitur dual stand-by tanpa harus mematikan salah satu.)

teknologi Dolby Atmos

Salah satu fitur unggulan yang dibenamkan dalam ponsel cerdas ini adalah fitur teknologi Dolby Atmos®, teknologi surround sound besutan Dolby Laboratories yang selama ini terdapat dalam perangkat suara sekelas home theater, sehingga Anda bisa merasakan sensasi pengalaman audio yang menghasilkan efek sound setara home theater hanya dengan perangkat kecil ini (tentunya jika disambungkan dengan audio yang lebih besar).

Pilihan Warna dan Harga

Lenovo menawarkan smartphone ini dalam dua pilihan warna, yaitu Onyx Black dan Pearl White, serta dijual pada kisaran harga 2 hingga 2,3 juta rupiah. Tetapi Anda bisa mendapatkannya dengan potongan harga promo yang dijual secara online bekerjasama dengan sebuah situs jual beli online ternama di Indonesia. Cukup murah untuk sebuah ponsel yang penuh dengan fitur entertainment plus bentang layar yang cukup lebar.

Dengan harga jual di kisaran 2-3 juta rupiah (1-2 juta rupiah jika dalam masa promo), smartphone terbaru Lenovo ini menawarkan berbagai keunggulan diantaranya:
  • Layar yang lebar, yaitu 13.97cm (5.5 inchi) dengan tampilan wide-view
  • Processor 64-Bit OctaCore berkecepatan 1,5GHz
  • RAM 2GB DDR3
  • teknologi audio Dolby Atmos®
  • Dual SIM, sudah mendukung 4G/LTE
  • Sistem operasi Android™ terbaru (Lollipop v5.0)
  • Kapasitas baterai yang cukup besar yakni 2900mAh sehingga tahan lama.
Sepertinya kita tidak akan menyesal untuk sekedar mencobanya. Penasaran?


Rabu, 05 Agustus 2015

Review Acer Liquid Jade S55 RAM 2GB Quad-Core 1.3 GHz

Acer Liquid Jade S55

Diluncurkan pada bulan Juli 2014, hampir berbarengan dengan bulan peluncuran Asus ZenFone 5 A500KL, smartphone ini langsung menantang para kompetitornya yang menawarkan spesifikasi processor quad-core dengan RAM 2GB. Acer Liquid Jade S55 adalah sebuah smartphone dengan harga terjangkau tetapi menawarkan performa solid serta kamera yang cukup memuaskan, sayangnya desain yang terlalu tipis menyulitkan pengguna saat mengoperasikan, terlebih lagi layarnya cukup licin sehingga membuatnya terkesan kurang responsif. Hal tersebut masih diperparah lagi dengan (lagi-lagi) masalah kapasitas daya baterai yang rendah serta software bawaan yang kurang menarik.

Review_Acer_Liquid_Jade_S55
Review Acer Liquid Jade S55.

Acer adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan yang menargetkan pasar ponsel Android. Bagaimanapun juga, dengan keputusan Google untuk menjual Nexus 6 di harga yang cukup tinggi, maka itu berarti masih banyak ceruk pasar yang tersedia di kelas smartphone menengah ke bawah, termasuk Motorola Moto G.

Acer mungkin memang bukan merupakan merk pertama yang muncul di benak Anda ketika mendengar kata Smartphone, akan tetapi Liquid Jade S55 adalah salah satu pilihan yang tersedia bagi pembeli dengan budget yang minim. Harga yang ditawarkan cukup menarik, di kisaran 1 sampai 2 juta rupiah.

Desain

Acer Liquid Jade dirancang setipis mungkin, ponsel ini hanya berukuran 140.5x69x7.5 milimeter dan beratnya hanya 110g, ponsel ini terasa ringan saat digenggam. Dari segi berat memang ia lebih unggul dibanding ASUS ZenFone 5 A500KL ataupun Lenovo A7000 yang memiliki berat di angka 140 gram.

Di satu sisi, desain yang ditawarkan cukup baik dan membuat Liquid Jade mudah untuk keluar masuk kantong serta ringan untuk ditenteng, ini juga dibantu rancangan bulat dan bagian belakang yang cembung, sehingga membuatnya semakin ergonomis di tangan Anda. Sedangkan di sisi lain, body yang terlalu tipis terasa ringkih saat digenggam, begitu juga dengan layar yang terlalu licin saat kita melakukan swipe dengan jari jempol.

Bagaimanapun juga, penggunaan body dari polikarbonat (polycarbonate) dan penempatan tombol-tombolnya cukup membuat tidak nyaman.

Perangkat Lunak

Perangkat Lunak Acer Liquid Jade S55
Software yang diinstall ke dalam sistem operasi Liquid Jade adalah fitur yang justru menjadi nilai minus smartphone ini, sebagaimana Acer telah memutuskan untuk memenuhi OS Android 4.4.2 KitKat yang telah dikustomisasi dengan berbagai aplikasi bawaan yang tidak penting. Aplikasi serta perubahan interface yang Acer lakukan justru mengganggu pengoperasian, seperti misalnya Acer Store, camera app dan aplikasi messaging yang justru lebih inferior dibanding layanan Play Store, kamera, serta perpesanan built-in yang disediakan Google ke dalam OS Android.

Perubahan lainnya yang cukup mengganggu adalah digantinya keyboard sentuh asli bawaan Android dengan Swype-enabled keyboard. Beberapa pengguna mungkin menyukai ide ini, akan tetapi orang yang sudah terbiasa dengan keyboard asli bawaan Android akan menemukan sedikit kesulitan saat menggunakannya untuk pertama kali.

Yang cukup melegakan mungkin adalah modifikasi perangkat lunak dengan memberi tambahan bar untuk quick settings bar di dalam menu notifications pull-down, dan fitur peringatan untuk panggilan yang muncul melayang (float) secara pop-up sehingga tidak mengganggu pengoperasian aplikasi saat sedang berjalan dan tiba-tiba ada panggilan telepon yang masuk.

Jeroan

Liquid Jade S55 dipersenjatai dengan sebuah chipset dengan GPU quad-core berkecepatan 1.3GHz Cortex-A7 Mediatek MT6582 CPU serta GPU Mali-400MP2, dan ditawarkan dengan versi pilihan RAM berukuran 1GB dan 2GB.

SoC MediaTek
SoC MediaTek.

Liquid Jade memiliki performa yang cukup lumayan untuk sebuah smartphone yang harganya di kisaran 1-2 juta rupiah, dibuktikan dari hasil benchmark dengan menggunakan aplikasi Antutu, Geekbench dan 3DMark yang tidak terlalu mengecewakan.

Ponsel ini membukukan nilai 18,663 saat di test menggunakan Antutu dan 353 single-core serta 1,188 multi-core saat diuji memakai Geekbench. GPU yang ditanamkan di dalamnya juga berfungsi dengan baik saat dijalankan dengan aplikasi 3DMark, meraih angka 3,144. Angka-angka ini menempatkan Liquid Jade setara dengan beberapa smartphone kelas atas keluaran tahun 2012.

Pengujian di dunia nyata dengan menggunakan game serta aplikasi terbaru menunjukkan bahwa Acer Liquid Jade S55 memang memiliki performa yang cukup tangguh untuk penggunaan sehari-hari. Aplikasi dapat dibuka dengan cepat, dan secara umum smartphone ini dapat menjalankan aplikasi dan games yang cukup berat, seperti misalnya game berbasis 3D.

Dengan jeroan yang cukup lumayan, Liquid Jade bersenjatakan Mediatek quadcore 1.3GHz juga bersaing dengan ASUS ZenFone 5 A500KL dengan processor Qualcomm Snapdragon 400 quad-core 1.2GHz.

ASUS ZenFone 5 A500KL vs Acer Liquid Jade S55
ASUS ZenFone 5 A500KL vs Acer Liquid Jade S55.

Yang membedakan dari para kompetitornya adalah tidak adanya dukungan 4G, sehingga membuatnya kalah bersaing dibanding para pesaingnya seperti ASUS yang merilis ZenFone 5 A500KL atau Motorola yang melempar Moto G ke pasaran di rentang harga yang sama, tetapi kedua smartphone pesaing Liquid Jade itu sudah mendukung teknologi jaringan 3G.

Kamera

Megapixel memang tidak selalu menentukan kualitas gambar, akan tetapi dengan resolusi 13MP yang ditawarkan Liquid Jade, serta fitur autofocus, LED flash di bagian belakang plus 2MP kamera depan adalah keunggulan utama smartphone ini dibanding pesaingnya.

Kamera belakang yang dimilikinya cukup baik dalam merekam gambar, dan sekali tap pada autofocus ditambah pencahayaan yang cukup dapat menghasilkan sebuah foto yang bagus untuk Anda.

Hasil pengujian kamera Acer Liquid Jade di dalam ruangan dengan pencahayaan seadanya
Hasil pengujian kamera Acer Liquid Jade di dalam ruangan dengan pencahayaan seadanya.

Satu-satunya masalah mungkin adalah sensor kamera yang terlalu sensitif, bahkan terhadap sebuah gerakan halus, sehingga mengakibatkan buram pada gambar saat merekam momen yang terlalu cepat. Control yang tersedia di fitur kamera juga cukup lumayan, termasuk fitur HDR dan pilihan panorama serta kemampuan untuk mengontrol keseimbangan white balance secara manual.

Sayangnya kamera depan hanya beresolusi 2MP sehingga performanya saat melakukan video call tidak cukup baik, apalagi selfie, bersiaplah untuk kecewa bila Anda mengharapkan smartphone dengan kamera depan mumpuni.

Baterai dan Media Penyimpanan

Sebuah baterai yang tidak dapat dilepas (non-removable) berjenis Li-Ion dengan kapasitas 2100mAh terpasang di bagian belakang, sehingga membuat smartphone Liquid Jade ini memiliki daya serta masa hidup baterai yang biasa-biasa saja. Saat diuji dengan menggunakan sebuah file video yang diputar berulang-ulang, perangkat ponsel cerdas ini secara konsisten berkurang daya baterainya sebanyak 16-20% dan bertahan dalam lima jam sebelum akhirnya mati. Ini menempatkannya sedikit dibawah kebanyakan smartphone, yang biasanya mampu tahan selama enam hingga delapan jam dalam pengujian sama.

Baterai yang diberikan di Liquid Jade S55 hanya Li-Ion berkapasitas 2100mAh
Baterai yang diberikan di Liquid Jade S55 hanya Li-Ion berkapasitas 2100mAh.

Akan tetapi dengan penggunaan yang normal, secara umum baterai ini cukup baik. Kurang lebih mirip dengan ASUS ZenFone A500KL yang baterainya Li-Po berkapasitas 2110mAh, cukup lah untuk beberapa panggilan, memeriksa e-mail atau medsos, surfing di internet ataupun mendengarkan lagu sepulang kerja.

Acer menawarkan produknya dengan kapasitas media penyimpanan sebesar 8GB atau 16GB dan kedua versi dari smartphone tersebut sama-sama bisa ditingkatkan lagi kapasistasnya hingga 32GB dengan dibekalinya sebuah slot microSD.

Kesimpulan

Dengan RAM 2GB, dan kapasitas media penyimpanan hingga 16GB, versi ini terasa lebih rasional walaupun terdapat kekurangan dari segi software. Tetapi melihat kamera, serta desain yang tipis, ini menjadi nilai lebih yang membuat daya tarik terhadap smartphone ini tidak akan pernah hilang. Sayangnya sejumlah pengguna melaporkan bahwa mereka mengalami endless loop (restart yang berulang-ulang) saat baru pertama kali menggunakan smartphone ini.

Tampilan depan dan belakang smartphone Acer Liquid Jade S55 dengan desain bulat
Tampilan depan dan belakang smartphone Acer Liquid Jade S55 dengan desain bulat.

Kesimpulan yang dapat ditarik, untuk smartphone di rentang harga 1-2 juta rupiah, ponsel quad-core dengan RAM 2GB ini layak untuk dijadikan pilihan Anda. Berminat?


Selasa, 04 Agustus 2015

Review ASUS ZenFone 5 A500KL 4G LTE

ASUS ZenFone 5 A500KL

Setelah diumumkan perdana pada bulan Juni tahun lalu, smartphone yang akhirnya dirilis pada bulan Juli 2014 ini terhitung cukup lawas, namun masih terasa up-to-date dengan smartphone lainnya yang tersedia di pasaran saat ini, terutama jika kita bandingkan dari segi jeroan serta fiturnya. Dengan berat hanya 143 gram, body ponsel ini terasa tipis berkat ketebalannya yang hanya 10.3 milimeter.

Pilihan_Warna_ASUS_ZenFone_5_4G_LTE_A500KL
Pilihan warna ASUS ZenFone 5 A500KL dengan teknologi 4G LTE.

Dibekali sistem operasi Android 4.4.2 (KitKat) yang bisa ditingkatkan menjadi v5.0.2 (upgradeable to Lollipop), ia ditawarkan dalam pilihan kapasitas 8GB, 16GB, dan 32GB, tetapi masih bisa diperbesar dengan pilihan ekspansi menggunakan slot MicroSD yang mendukung hingga kapasitas 64Gb.

Jaringan dan Kartu SIM

Walaupun harganya berada di kisaran menengah ke bawah (1-2 juta rupiah), tetapi jangan remehkan kemampuan smartphone ini. Ia mampu berjalan di jaringan GSM / HSPA / dan bahkan sudah mendukung jaringan 4G LTE.

Sepertinya ini adalah jualan utama ASUS dalam menghadapi para pesaingnya. Mereka mampu menawarkan sebuah ponsel mid-range seharga Rp 2.000.000,- yang sudah dibekali kemampuan mendukung jaringan super kencang 4G.

Untuk koneksi Wi-Fi jangan ditanya, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, dan portable hotspot sudah tertanam di dalam smartphone ini.

Sementara itu slot kartu SIMnya menyediakan Optional Dual SIM (dengan keterangan harus berupa Micro-SIM, dan mendukung fitur dual stand-by, sehingga Anda tidak repot apabila memiliki dua nomor GSM bersamaan.)

Selain itu, terdapat juga navigasi GPS dengan jenis A-GPS, GLONASS, perangkat receiver siaran radio FM, dan koneksi kabel USB berjenis microUSB v2.0. Transfer file juga dapat dilakukan via bluetooth versi v4.0, A2DP, EDR.

Untuk sebuah smartphone dengan harga Rp 2 jutaan, jumlah uang yang kita bayarkan terasa "worth it" dengan fitur teknologi yang kita dapatkan.

Layar dan Kamera

Tampilannya menggunakan layar sentuh multitouch berjenis IPS capacitive touchscreen dengan 16 juta warna, yang ditampilkan dalam resolusi HD (High Definition) 1280x720p, dengan kerapatan pixel (atau pixel density) sebesar 294 ppi. Sementara itu, kamera belakang beresolusi 8 megapixels atau 3264 x 2448 pixels yang mampu merekam gambar serta video resolusi full HD 1080p pada 30fps (frame per second) dan sudah dilengkapi dengan fitur autofocus serta LED flash light. Sementara itu kamera sekunder cukup buruk dengan hanya 2MP saja sebagai pelengkap.

Kamera_Belakang_ASUS_ZenFone_5_4G_LTE_A500KL
Kamera belakang ASUS ZenFone 5 A500KL terasa biasa-biasa saja dengan resolusi 8MP.

Sebagai pelindung agar layar tidak mudah tergores, ASUS sudah membekalinya dengan Corning Gorilla Glass 3 yang menjamin kenyamanan Anda bergadget ria, tanpa harus takut layar tergores koin atau kunci saat dimasukkan ke saku. Selain itu membuat kita berhemat juga dengan tidak perlu membeli antigores (screenguard) tambahan.

RAM dan Chipset

Jeroannya dipersenjatai dengan chipset Qualcomm Snapdragon 400 serta RAM (Random Access Memory) dengan kapasitas sebesar 2GB. Cukup lumayan untuk menjalankan OS KitKat beserta aplikasi serta game yang memakan banyak RAM.

Processor_Qualcomm_Snapdragon_400_ASUS_ZenFone_5_4G_LTE_A500KL
ASUS ZenFone 5 A500KL dipersenjatai processor Qualcomm Snapdragon 400 quad core berkecepatan 1.2GHz.

Chipset Qualcomm Snapdragon 400 dengan seri MSM8926 ini merupakan SoC dengan CPU Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7 dan GPU Adreno 305, yang walapun tidak buruk-buruk amat, kombinasi ini sudah dirasa cukup untuk memainkan game CoC kesayangan Anda,

Baterai

Ini merupakan kelemahan dari smartphone ini, dengan spesifikasi yang cukup mumpuni, ia hanya diberi baterai dengan kapasitas minim, yaitu bertipe Li-Po 2110mAh yang tidak dapat dilepas alias non-removable.

Sebuah smartphone bertenaga processor quad core berkecepatan 1,2GHz dan GPU Adreno 305 seharusnya dibekali dengan baterai yang lebih mumpuni dan berdaya tahan lama agar tidak mengganggu kesenangan saat bermain game atau bersosial ria melalui BBM, FB, WhatsApp, dll harus tertancap terus dengan charger ataupun powerbank.

Tetapi untuk menyiasatinya, kita bisa menggunakan aplikasi penghemat baterai ponsel seperti misalnya DU Battery Saver atau sejenisnya.

Fitur lainnya

Selain dari semua yang sudah disebutkan diatas, smartphone ini masih memiliki beberapa fitur lainnya diantaranya:
  • Fitur tambahan kamera diantaranya: Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama
  • Nada dering: Vibration; MP3, WAV ringtones
  • Sensor: Accelerometer, proximity, compass
  • Perpesanan: SMS (threaded view), MMS, Email, Push Email, IM
  • Browser mendukung bahasa HTML5
  • MP3/WAV/eAAC+ player
  • MP4/H.264 player
  • Document viewer
  • Photo viewer/editor
  • Voice memo/dial
  • Warna yang ditawarkan yaitu: Charcoal Black, Pearl White, Cherry Red, Champagne Gold, Twilight Purple


Sabtu, 01 Agustus 2015

Samsung Galaxy Grand Prime Duos

Perusahaan jawara teknologi asal Korea Selatan, Samsung kembali merilis jajaran smartphone terbaru mereka. Pada bulan September lalu, mereka memperkenalkan smartphone jagoan di kelas menengah yakni Samsung Galaxy Grand Prime.
Samsung_Galaxy_Grand_Prime_Duos_Review
Samsung Galaxy Grand Prime Duos Review.

Ponsel pintar alias smartphone ini tersedia dalam dua varian yakni:
  • Samsung Galaxy Grand Prime SM-G530F, dan
  • Samsung Galaxy Grand Prime SM-G530H dengan dua slot kartu SIM (dual SIM card slots).

Review

Ponsel ini diklaim sudah mendukung penggunaan jaringan teknologi 4G LTE (Long-Term Evolution). Berbekal layar berukuran 5" inchi dengan resolusi qHD 540 x 960 pixels (~220 ppi pixel density), sayang layarnya masih menggunakan teknologi TFT capacitive touchscreen, 16M colors.

Jeroannya lumayan mantap dengan menggunakan CPU Quad-core 1.2 GHz Cortex-A53 dan chipset Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410, sementara GPU-nya adalah seri Adreno 306. Sistem operasi yang digunakan sudah memakai OS Android versi v4.4.4 (KitKat). Sementara kapasitas penyimpanan storage internal yang ditanamkan adalah berukuran 8 GB, dan memory sebesar 1 GB RAM.

Salah satu fitur yang diunggulkan dari smartphone ini adalah kamera depan dan belakang yang cukup mumpuni. Dipersenjatai dengan kamera belakang 8 MP, resolusi 3264 x 2448 pixels yang sudah memiliki fitur autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, dan kamera sekunder (kamera depan) 5 MP yang cukup terang. Kamera primernya diklaim mampu merekam video resolusi 1080p pada kecepatan frame 30fps.

Samsung_Galaxy_Grand_Prime_Duos
Samsung Galaxy Grand Prime Duos

Sayangnya kekurangan smartphone ini terletak pada body nya yang cukup tebal jika dibandingkan smartphone di kelasnya dan layar yang masih menggunakan TFT Capacitive Touchscreen dan tidak se-responsif layar para pesaingnya.

Spesifikasi

Berikut adalah spesifikasi lengkap dari Samsung Galaxy Grand Prime Duos atau yang juga dikenal sebagai Samsung Galaxy di Grand Prime Duos TV SM-G530BT yang diambil dari situs GSM Arena:

JaringanTeknologiGSM / HSPA
2G bandsGSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2
3G bandsHSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
KecepatanHSPA
GPRSYa
EDGEYa
PeluncuranDiumumkanOktober 2014
StatusTersedia. Dirilis pada bulan Oktober 2014
BodyDimensi144.7 x 72.4 x 8.6 mm (5.70 x 2.85 x 0.34 in)
Berat152 gram (5.36 ons)
SIMDual SIM (Micro-SIM, dual stand-by)
TampilanTipe LayarTFT capacitive touchscreen, 16M colors
Ukuran5.0 inches (~65.8% screen-to-body ratio)
Resolusi540 x 960 pixels (~220 ppi pixel density)
MultitouchYa
PlatformOSAndroid OS, v4.4.2 (KitKat)
ChipsetQualcomm MSM8916 Snapdragon 410
CPUQuad-core 1.2 GHz Cortex-A53
GPUAdreno 306
MemoriSlot MemorimicroSD, up to 64 GB
Memori Internal8 GB, 1 GB RAM
KameraPrimer8 MP, 3264 x 2448 pixels, autofocus, LED flash
FiturGeo-tagging, touch focus
Video1080p@30fps
Sekunder5 MegaPixels
SuaraAlert typesVibration; MP3, WAV ringtones
LoudspeakerYes
3.5mm jackYes
CommsWLANWi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetoothv4.0, A2DP
GPSYes, with A-GPS
RadioFM radio
USBmicroUSB v2.0
FiturSensorsAccelerometer, proximity, compass
MessagingSMS(threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM
BrowserHTML5
JavaYes, via Java MIDP emulator
- TV tuner
- MP4/H.264 player
- MP3/WAV/eAAC+/FLAC player
- Photo/video editor
- Document viewer
BateraiLi-Ion 2600 mAh battery
Stand-by
Talk timeUp to 17 h (3G)
MiscWarnaBlack, White
SAR US0.56 W/kg (head) 1.02 W/kg (body)
SAR EU0.53 W/kg (head) 0.37 W/kg (body)

Harga Samsung Galaxy Grand Prime Duos

Pada bulan Januari 2015, HP ini masih dijual pada harga Rp 2.490.000,- di Marina Plaza Surabaya. Dan di bulan Februari harganya turun Rp 40.000,- menjadi Rp 2.450.000,-. Untuk harga bekasnya, masih di kisaran 2,2jt - 2,3 juta rupiah.


Selasa, 12 Agustus 2014

Review Xiaomi Mi 3: Kinerja Mengagumkan dengan Harga Gila!

Review Xiaomi Mi 3

Xiaomi datang entah dari mana, diluar imajinasi pasar India. Kita mungkin sudah sadar terhadap merek Xiaomi dan mulai sering mendengar tentang mereka, tapi tidak pernah menyangka harganya akan dijual sangat murah untuk spesifikasi yang cukup gila. Produsen smartphone asal China itu menjual Xiaomi Mi3 hanya Rs. 14.000 (rupee) atau setara dengan Rp 2.670.000,- dalam kurs rupiah. Ponsel dengan spesifikasi yang sama dari produsen pesaing harganya dua kali lipat. Gila bukan? Bukaaan...

Mi 3 tampak hebat di atas kertas, dan jika Xiaomi bisa memberikan apa yang mereka janjikan, ia akan melempar seluruh pasar smartphone ke dalam kekacauan. Efeknya bisa jauh lebih signifikan dibandingkan dengan peluncuran Motorola di India, yang telah memberikan kembali harapan kami dan memicu kompetisi berat di akhir tahun ini. Pada akhirnya, konsumen mendapatkan produk yang paling baik, dengan peningkatan jumlah pilihan dan harga yang lebih murah.

Kami telah mendapatkan produk Xiaomi Mi 3 untuk kami ulas, jadi tentu saja kami menempatkan melalui proses uji lengkap kami untuk melihat apakah benar semua yang diributkan orang tentang Xiaomi? Simak review nya berikut ini:


Tampilan dan Desain

Xiaomi Mi 3 hadir dalam bentuk yang indah dan minimalis dengan kotak kardus tanpa tulisan apa-apa kecuali logo MI kecil di salah satu sudutnya. Smartphone itu sendiri nampak pas terbungkus dalam rongga kecil di bagian tengah kardus. Ini terlihat fantastis, tapi sayangnya label di bagian belakang dan teks pada plastik pelindung yang ditulis dalam bahasa Cina, siapa yang bisa mengerti selain mereka sendiri? Tentu saja yang sudah kursus bahasa China.

Tidak ada benda lain seperti televisi, kulkas, atau mesin cuci apalagi panci, sepeda statis, atau mobil toyota avanza di dalam kotak ini selain perangkat telepon, kepala charger, kabel USB, dan setumpuk kecil kertas (dengan pin eject SIM seperti Apple) - bahkan tidak ada headset di dalamnya. Kertas yang digunakan adalah semua dibuat di Cina, dan pengisi daya memiliki pin datar juga. Kami berharap paket yang berakhir di ritel sini sudah disesuaikan dengan selera lokal.

Smartphone ini sendiri terlihat sangat baik pada awalnya, tapi kesan yang tidak sama muncul saat Anda mengambilnya dengan genggaman tangan. HP ini terasa sangat plasticky alias bahan plastiknya kerasa bro, dan bahan tersebut seharusnya substansial mengingat Xiaomi mengiklankannya dengan kalimat promo "Aluminium-Magnesium alloy frame". Kualitas material adalah setara dengan perangkat dengan harga sama dari merek lokal India, jadi kita harus mengingatkan diri kita untuk tidak berharap terlalu banyak atas material dari Xiaomi Mi 3 ini.


Mi 3 memiliki desain yang unik, dengan panel depan berwarna hitam dipadukan dengan cangkang unibody yang terbuat dari plastik. Sisi-sisinya dibulatkan namun bagian atas dan bawah yang datar, sehingga sudut yang terasa di telapak tangan kami ketika kami memegang telepon. Layarnya cukup besar sehingga satu jari saja tidak akan menjangkau seluruh pelosok display, tetapi pergeseran sekitar di satu tangan juga sulit. Kaca depan dilindungi dan diperkuat dengan teknologi Corning Gorilla Glass 3.

Ada logo MI berwarna perak terang di salah satu sudut atas layar. Tiga tombol kapasitif akan menyala ketika layar aktif tetapi tidak terlihat sebaliknya. Ada speaker grille besar di bagian bawah, dengan port Micro-USB di sisi lainnya. Soket headset 3.5mm adalah di atas, bersama dengan baki kartu SIM kebesaran dan mikrofon sekunder. Tombol power dan volume berada di tepi kanan, meninggalkan kiri kosong sama sekali.

Kamera dan flash di sudut kanan atas bagian belakang, dan sisanya kosong selain logo MI di bagian bawah, tepat di atas logo terdapat lebih banyak teks dalam bahasa Cina. Secara keseluruhan, Xiaomi Mi 3 berbeda, dan kami akan menyebutnya tampan, tapi belum mampu menyaingi smartphone top-end Sony atau smartphone HTC.


Fitur dan spesifikasi

Sekarang sampai pada bagian yang paling menarik. Entah bagaimana, Xiaomi telah berhasil menjejalkan semua komponen andalannya menjadi telepon low budget. Daftar spesifikasi wah tersebut dimulai dengan Qualcomm Snapdragon 800 SoC dengan empat buah procie Krait 400 quad-core CPU berjalan pada 2.3GHz dan Adreno 330 GPU. Layar 5 inci full-HD (1080x1920 pixel) panel IPS dan kamera 13-megapixel Exmor Unit dengan flash dual-LED. Ada juga 2GB RAM, 16GB ruang penyimpanan internal, baterai 3050mAh, NFC, Wi-Fi b / g / n / ac, Bluetooth 4.0 dan A-GPS dengan GLONASS.

Masih agak sulit bagi kami untuk mencerna fakta bahwa semua hardware ini termuat dalam sebuah ponsel yang harganya hanya Rp. 2.670.000,- (di India). The Moto G, yang telah menjadi ponsel yang paling anyar untuk direkomendasikan pada harga ini sejak diluncurkan didasarkan pada processor Snapdragon 400 SoC dan hanya memiliki layar 720p - dan lucunya itu adalah apa yang kita anggap sebagai sebuah terobosan dalam menilai perangkat smartphone enam bulan yang lalu.

Hanya ada satu kekurangan, tapi itu yang benar-benar besar. Untuk beberapa alasan aneh, Xiaomi Mi 3 tidak memiliki slot kartu microSD. Dengan semua kekuatan ini di ujung jari kita, ini adalah rasa malu menangis bahwa ruang penyimpanan terbatas 16GB (hanya sekitar 13GB dari yang diakses pengguna). Xiaomi tidak menjual model 64GB internasional, tetapi tidak ditawarkan di India pada saat peluncuran. Jika perusahaan tetap pada jalur dan membuat harga premium minimal jika atau ketika itu tidak memulai, seharusnya tidak ada alasan untuk membeli versi 16GB lagi.


Software

Mi 3 menjalankan Android 4.4.2, tetapi untuk lebih baik atau lebih buruk, itu hampir tak terlihat di bawah kustom MIUI kulit Xiaomi ini. Kanan dari layar kunci, Anda tahu itu unik. Anda harus menggesek ke bawah untuk membuka kunci telepon, yang mengambil beberapa membiasakan diri. Anda juga dapat menggesek di arah lain untuk melompat langsung ke kamera, telepon atau pesan aplikasi. MIUI memungkinkan Anda menentukan teks kustom yang muncul di layar kunci, yang dapat mencakup rincian kontak Anda sehingga orang dapat kembali telepon ke Anda jika Anda kehilangan itu.

Xiaomi telah dengan Tombol Menu berlebihan daripada tombol khusus Recents - ini adalah pemborosan, mengingat menu akan selalu terlihat di Android 4.4. Panjang menekan tombol membawa sebuah switcher aplikasi kustom yang menunjukkan berapa banyak RAM saat ini diduduki, dan memungkinkan Anda menutup semua aplikasi terbuka dengan satu tekan.


Kami tidak penggemar besar dari antarmuka kustom yang menggabungkan homescreens Android dan halaman peluncur aplikasi. MIUI memungkinkan Anda untuk menempatkan ikon kustom di grid aplikasi yang baik pintas ke halaman Pengaturan tertentu atau matikan independen untuk fungsi-fungsi seperti Wi-Fi dan Bluetooth. Widget lain, seperti bar pencarian, pratinjau email, galeri foto dan catatan lengket juga dapat ditaburi dengan ikon aplikasi dan shortcut. Ini akan benar-benar membingungkan setelah Anda mulai mengisi homescreens Anda.

Pemberitahuan naungan juga sangat disesuaikan. Pengaturan Cepat tidak terlihat segera, yang rasa malu mengingat ruang layar yang tersedia, tetapi Anda dapat beralih ke tab penuh matikan serta slider kecerahan. Seting app juga memiliki tab Settings Cepat untuk pilihan yang Anda butuhkan untuk mendapatkan sering. Anda dapat men-tweak banyak pengaturan kecil, seperti font sistem dan ukuran font, suhu warna, perilaku pemberitahuan LED, fungsi tombol kapasitif, dan bahkan perilaku tombol pada headset. Kami seperti memiliki banyak kontrol atas fungsi-fungsi ini telepon.


Anda dapat mendaftar untuk sebuah account Mi Cloud jika Anda ingin melakukan sinkronisasi data antar perangkat, mengirim pesan (untuk pengguna Mi Cloud lainnya), dan mencari atau menghapus telepon Anda jika hilang atau dicuri. Akun tersebut juga diperlukan jika Anda ingin men-download tema UI tambahan (seperti tema dengan ikon silam dan gambar Taj Mahal di mana-mana terlalu imut 'India').

Ada Mode Tamu yang memungkinkan Anda menyembunyikan informasi pribadi yang sensitif sementara yang lain menggunakan telepon Anda. Aplikasi Keamanan preloaded memungkinkan Anda memindai masalah, blok penelepon merepotkan, penggunaan data memantau dan izin ulasan app.

MIUI juga mencakup aplikasi updater, obor, file explorer, utilitas tag NFC, Facebook, Kingsoft Office dan aplikasi Flipkart, serta Galeri adat dan Musik apps. Tentu saja biasa prasmanan Google apps juga hadir, tetapi mereka semua disatukan dalam satu folder. Meskipun ada duplikat aplikasi, tanpa titik apakah kita melihat popup mengganggu biasa meminta kami yang app untuk membuka file atau link di.


kamera

Seperti sisa perangkat lunak, Mi 3 memiliki antarmuka kamera kustom. Ini diatur ke Simple Mode dengan default, tetapi ada juga Advanced Mode yang meningkatkan jumlah kontrol yang tersedia. Ada mudah diakses matikan flash, modus HDR, panorama, filter dan peningkatan warna kulit. Menggali sedikit lebih dalam dan Anda akan menemukan pengaturan untuk kualitas gambar, suara, watermarking, pengaturan eksposur, pengenalan wajah, saturasi, ketajaman dan banyak lagi.

Di Advanced Mode, Anda juga akan mendapatkan fokus kontrol, termasuk pengaturan khusus makro dan fokus manual, ISO dan simulasi kontrol kecepatan rana, white balance (termasuk penyesuaian dan pengukuran alat manual), dan kompensasi eksposur.


Kualitas gambar cukup baik, meskipun ini adalah salah satu daerah di mana kita tidak merasa seolah-olah kita sedang menguji perangkat yang jauh lebih mahal. Detailing bisa lebih baik dan kompresi bisa telah diperkecil sedikit. Tekstur tampaknya tidak jelas bahkan pada objek di latar depan. Sebagian besar foto-foto kami, bahkan mereka diambil di siang hari, keluar dengan merasa sedikit buatan, seolah-olah filter kreatif telah diterapkan.


Dalam ruangan, pencahayaan membuat perbedaan besar. Gambar kami ruang di malam hari yang cukup mengerikan, bahkan dengan banyak cahaya yang datang dari luar melalui dinding kaca. Suara itu jelas di mana-mana, dan pada tepi objek menjadi tidak jelas.

Kami sangat senang dengan kinerja cahaya rendah di luar ruangan dan flash yang kuat. Shots diambil di luar ruangan di malam hari tentu saja berisik dan sedikit kabur, tapi tampak cukup baik ketika diperkecil dengan ukuran layar. Dengan tangan yang sangat stabil, Anda akan bisa mendapatkan beberapa gambar yang bagus. Di sisi lain, kamera menghadap ke depan tidak apa-apa untuk mendapatkan bersemangat tentang.


Kinerja

Tidak ada keraguan tentang hal itu - Xiaomi Mi 3 berkinerja kuat. Smartphone ini berada dalam lingkaran di sekitar kelas harga smartphone high-end dan hampir dua kali lipat lebih bernilai jika dibandingkan dengan Moto G, yang sampai sekarang menjadi standar emas (golden standard) untuk menilai dan membandingkan kinerja smartphone pada titik harga ini. Mi 3 mencetak perolehan angka 26.308 di AnTuTu dan 15395 di Quadrant keseluruhan, sedangkan Moto G masing-masing mencetak 11.874 dan 8.569. Mi 3 keluar dengan hasil maksimal saat di-uji dengan Ice Storm 3DMark dan berhasil meraih angka 28fps di GFXbench, sedangkan Moto G hanya berhasil 5629 poin dan 11fps. Angka-angka benar-benar melukiskan sebuah gambaran mengejutkan terhadap dua smartphone yang berharga mirip.



Lenovo Vibe Z dan Gionee eLife E7 memiliki spesifikasi yang sangat mirip dengan Xiaomi Mi 3 dan menariknya, keduanya secara signifikan lebih baik daripada di sebagian besar tes - misalnya, skor AnTuTu mereka 35.105 dan 33.636 masing-masing. Sulit untuk menentukan alasan yang tepat untuk kinerja yang lebih rendah dari Mi 3, tapi sekali lagi itu diperoleh dengan harga hampir setengah dari harga salah satu smartphone para pesaingnya. Ini perlu dicatat bahwa kami menjalankan semua tes pada Mi 3 dalam mode balanced yang standar, bukan dalam mode kinerja tinggi (high performance) atau mode battery saver yang tersedia di bagian baterai dari menu aplikasi Pengaturan (Settings).


sumber: http://gadgets.ndtv.com/mobiles/reviews/xiaomi-mi-3-review-amazing-performance-at-a-crazy-price-564098